Sudah 544 SPPG Beroperasi di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Provinsi Lampung mencatat capaian signifikan dalam percepatan operasional Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bahkan berdasarkan pembaruan data Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung, saat ini Lampung menempati posisi tertinggi secara nasional dengan 69 persen dapur operasional aktif.
Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi (MBG) Lampung, Saipul, saat dikonfirmasi pada Selasa (11/11/2025), bahwa capaian SPPG di Lampung telah mencapai 674 SPPG yang terdaftar, sementara yang beroperasi sebanyak 544 SPPG.
"KPPG mencatat, hingga 7 November 2025 terdapat 674 SPPG terdaftar di Lampung. Namun yang sudah benar-benar berjalan baru 544 unit. Dari total 1,7 juta sasaran yang tercatat dalam sistem, baru sekitar 1,3 juta yang terlayani melalui dapur aktif," lanjutnya.
Menurut Saipul, salah satu hambatan utama adalah keterlambatan pembayaran kepada penyelenggara.
"Ada beberapa daerah yang belum bisa menjalankan layanan penuh karena pembayaran tertunda. Itu yang berimbas pada jumlah sasaran yang belum terlayani,” kata dia.
Ia menegaskan tidak ada SPPG yang tutup permanen. Namun beberapa di antaranya memilih tutup sementara sambil menunggu kendala administrasi terselesaikan.
Selain operasional dapur, penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga mengalami hambatan dalam satu bulan terakhir. Meski lebih dari 12 sertifikat untuk Lampung telah diterbitkan, proses melalui sistem OSS sempat terhenti.
“Kendalanya ada dua. Pertama karena sistem OSS sedang maintenance. Kedua, verifikasi SLHS sebelumnya dilakukan oleh Kemenkes. Padahal seharusnya diverifikasi di tingkat kabupaten/kota,” jelas Saipul.
Ia menyebutkan, proses verifikasi kini sudah kembali dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar percepatan penerbitan sertifikat dapat berjalan normal. (*)
Sppg
bgn
mbg
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
