Akad Massal KUR UMKM se-Indonesia, Lampung Diterima 15.381 Debitur dengan Nilai Rp919 Miliar
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Pusat resmi meluncurkan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat 800.000 Usaha Mikro Kecil Menengah yang akan serentak dilaksanakan di 38 Provinsi Seluruh Indonesia Secara Virtual Meeting dengan Presiden Republik Indonesia.
Di Lampung program ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela; Sekprov Lampung, Marindo Kurniawan dan jajaran Forkopimda Lampung pada Selasa 21 Oktober 2025 di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung.
Dalam sambutan secara daring, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaku UMKM adalah pahlawan ekonomi bangsa, dan program KUR merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif di seluruh daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengumumkan kebijakan penghapusan utang macet UMKM, agar pelaku usaha terdampak dapat kembali memperoleh akses kredit. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp300 triliun, dengan alokasi sektor produksi ditingkatkan menjadi 65%, naik dari capaian 60% sebelumnya.
Ia menyoroti bahwa kualitas penyaluran KUR terus membaik, dengan tingkat kredit macet (NPL) hanya 2,28%, jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman non-KUR yang mencapai 4,55%. Pemerintah juga mendorong perluasan penyaluran KUR ke luar Pulau Jawa serta memperkuat sektor padat karya seperti industri tekstil, sepatu, kulit, dan pertanian rakyat, termasuk komoditas tebu.
Selain itu, Airlangga meluncurkan program Kredit Perumahan Rakyat dengan tambahan anggaran Rp130 triliun di luar KUR utama, yang ditujukan untuk membangun 320 ribu unit rumah serta mendukung kontraktor lokal UMKM agar berperan dalam pembangunan perumahan rakyat. (*)
Program kur umkm
800 ribu umkm
Lampung
wagub Lampung
Jihan Nurlela
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
