Lampung Waspada, Siklon Tropis Berpotensi Muncul di Samudra Hindia
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pasca kemunculan Siklon Senyar di perairan utara Sumatera beberapa waktu lalu, potensi terbentuknya bibit siklon baru mulai terpantau kembali di Samudra Hindia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas atmosfer di wilayah selatan Sumatera masih menunjukkan dinamika signifikan dan dapat berkembang hingga memasuki puncak musim siklon pada April 2026.
Kondisi ini menempatkan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah yang berpotensi terdampak, terutama pada periode cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi.
Kepala BPBD Lampung, Rudy Syawal, menegaskan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah. Ia menyampaikan BPBD sudah mengaktifkan posko utama dan memperkuat pemantauan harian berbasis teknologi.
“Kami BPBD Provinsi Lampung membuka posko, namanya posko Bustakop. Melalui posko ini kami membangun kesiapsiagaan bencana. Beberapa teman-teman juga sudah pernah melihat bagaimana operasional kami di sana,” ujar Rudi.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara real time dengan memanfaatkan citra satelit untuk melihat pola angin, arah siklon, hingga kondisi cuaca harian di seluruh kabupaten/kota.
“Kita melakukan pemantauan terutama terkait iklim. Dari satelit bisa terlihat siklon apa, angin seperti apa, cuaca apa yang terjadi di Lampung. Datanya rinci dan real time,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, BPBD dan BMKG terus memperbarui informasi cuaca harian. Rudi meminta masyarakat aktif mengikuti perkembangan melalui kanal resmi.
"Kami imbau masyarakat untuk selalu mengupdate informasi cuaca yang kami dan BMKG sampaikan melalui media sosial. Dengan begitu, kewaspadaan bisa ditingkatkan sebelum beraktivitas,” katanya.
Memasuki puncak musim hujan dan hidrometeorologi yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026, koordinasi lintas lembaga juga terus diperkuat.
Bencana
BPBD Lampung
siklon tropis
samudera Hindia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
