Lampung Waspada, Siklon Tropis Berpotensi Muncul di Samudra Hindia
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
“Kami berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana, relawan, hingga TNI–Polri. Rapat koordinasi sudah beberapa kali dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi hidrometeorologi,” ungkap Rudy.
Tak hanya itu, BPBD Lampung juga telah mengajukan dukungan teknologi Modifikasi Cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bila diperlukan, terutama pada kondisi hujan merata dan masif.
"Insyaallah administrasi sudah kami sampaikan. Kami juga mengusulkan dukungan peralatan dan logistik. Dalam waktu dekat, Lampung akan mendapatkan bantuan delapan unit kendaraan operasional dari BNPB,” tambahnya.
Selain pemantauan, BPBD telah melakukan sejumlah simulasi kebencanaan di wilayah-wilayah rawan serta merujuk pada dokumen kontingensi banjir yang disusun sejak 2022.
Rudi menyebut zona merah hidrometeorologi kini mencakup hampir seluruh kota/kabupaten di Lampung, seiring masuknya musim hujan sejak Oktober.
“Zona merah hidrometeorologi hampir di seluruh kabupaten/kota. Musim hidrometeorologi sudah dimulai sejak dasarian kedua Oktober dan puncaknya pada akhir tahun hingga awal 2026. Kami terus waspada dan berikhtiar memanfaatkan teknologi untuk meminimalkan dampaknya,” tutupnya. (*)
Bencana
BPBD Lampung
siklon tropis
samudera Hindia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
