Kemiskinan Lampung Turun, Sektor Pendidikan Jadi Prioritas
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen menghadirkan program yang mendukung kesejahteraan sosial masyarakat, termasuk penguatan sekolah rakyat serta pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, saat memimpin Upacara Bulanan Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur, Senin (17/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Marindo menyampaikan sejumlah capaian penting pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus menunjukkan hasil yang signifikan.
"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan," ujar Marindo.
Berdasarkan data yang dirangkum dari katalog potret kemiskinan Lampung yang dirilis Badan Pusat Statistik pada 29 September 2025, Provinsi Lampung mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan selama satu dekade terakhir.
Tingkat kemiskinan di Lampung turun dari 35% pada tahun 2015 menjadi 10% pada 2025.
"Artinya, dalam kurun waktu 10 tahun angka kemiskinan di Lampung dibandingkan dengan kemiskinan nasional penurunannya tergolong lebih cepat," katanya.
Ia menyebutkan bahwa hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung melalui berbagai program yang mendukung kesejahteraan sosial bagi masyarakat lebih diprioritaskan.
"Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Marindo menyoroti pentingnya peningkatan akses pendidikan sebagai langkah memutus rantai kemiskinan. Sejalan dengan Program Prioritas Nasional, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Sekprov Lampung
Marindo Kurniawan
kemiskinan Lampung
kemiskinan turun
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
