Kemiskinan Lampung Turun, Sektor Pendidikan Jadi Prioritas
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
"Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan turut mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di wilayahnya," ujarnya.
Saat ini, Provinsi Lampung memiliki 3 Sekolah Rakyat rintisan, antara lain SRMA32 Lampung Selatan untuk jenjang SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandar Lampung, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 34 Lampung Timur untuk jenjang SD dan SMP.
Pada tahun 2025, pemerintah juga akan membangun Sekolah Rakyat permanen seluas 10 hektar yang terletak di Kota Baru, Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
"Ini merupakan wujud nyata Pemerintah Provinsi Lampung hadir menuju pemerataan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin khususnya di Provinsi Lampung agar tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya," katanya.
Dalam amanatnya, Marindo menekankan pentingnya nilai-nilai sosial di tengah kehidupan modern.
"Kehidupan sosial mengajarkan kepada kita tentang empati, toleransi dan kepedulian di tengah kemajuan zaman saat ini, namun nilai-nilai sosial sering kali terlupakan,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial memberikan kepedulian yang tinggi kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan juga pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas, melalui program dan kegiatan yang merujuk kebutuhan dasar penerima manfaat.
Marindo menegaskan bahwa kesejahteraan sosial bagi PPKS dan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama.
"Baik pemerintah, swasta, dunia usaha dan masyarakat karena melalui kolaborasi dan sinergitas program nyata kepada masyarakat akan berdampak positif peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Ia berpesan kepada seluruh ASN untuk terus meningkatkan kepedulian sebagai pelayan publik.
Sekprov Lampung
Marindo Kurniawan
kemiskinan Lampung
kemiskinan turun
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
