Kecamatan Rajabasa Paling Banyak Kasus DBD di Bandar Lampung
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kasus demam berdarah (DBD) di Bandar Lampung terbilang cukup tinggi pada awal tahun 2025.
Berdasarkan catatan dinas kesehatan Kota Bandar Lampung untuk periode Janurai-Juli 2025 tercatat 309 kasus DBD di Bandar Lampung.
Dengan rincian, pada Januari tercatat 58 kasus, Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, Mei 42 kasus, Juni 31 kasus, Juli 26 kasus.
Dari jumlah tersebut, dari 20 kecamatan yang ada di Bandar Lampung, kecamatan Rajabasa paling tinggi ditemukan kasus DBD yakni berjumlah 63 kasus.
Kemudian disusul Tanjung Karang Barat 32 kasus, Kemiling 31 kasus, Sukarame 29 kasus, Teluk Betung Utara 24 kasus.
Selanjutnya, Teluk Betung Timur 19 kasus, Teluk Betung Barat 17 kasus, Kedaton 15, Sukabumi 13, Labuhan Ratu 12, Wayhalim 11, Tanjung Senang 8, Tanjung Karang Pusat 6 kasus.
Sementara Kecamatan Panjang, Teluk Betung Selatan, Enggal 5 Kasus. Tanjung Karang Timur dan Bumi Waras 4 kasus, Langkapura dan Kedamaian 3 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan, penangan kasus DBD ditangani langsung oleh Puskesmas setempat.
Menurutnya, Puskesmas terus melakukan penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M-Plus secara serentak dan selektif bekerjasama dengan lintas sektor.
Salah satu giat yang dilakukan yakni menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
Kasus DBD
Bandar Lampung
Dinas Kesehatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
