Kakanwil Kemenag Ajak Santri Walisongo Amalkan Wasiat KH Maulana Imam Syuhadak
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Saat ini, pesantren telah membuka berbagai jenjang pendidikan yang lebih luas, termasuk program penguatan kitab kuning, pengembangan keterampilan santri, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Menurutnya, pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan akhlakul karimah.
Ia berharap agar para santri tetap berpegang teguh pada ajaran para ulama serta terus mengamalkan ilmu yang didapat sebagai bekal untuk berkiprah di masyarakat.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Lampung juga menekankan pentingnya peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda.
Ia mengapresiasi keberadaan Pondok Pesantren Walisongo yang terus menjadi pusat pendidikan Islam, mencetak santri yang berakhlak, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ia berharap santri tidak hanya fokus dalam pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai disiplin ilmu lainnya, sehingga mampu menjadi pemimpin masa depan yang moderat, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Acara haul ini ditutup dengan doa bersama untuk KH Maulana Imam Syuhadak serta para ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan ilmu dan membimbing umat. Suasana haru dan khidmat begitu terasa, mengingat betapa besarnya jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan ilmu dan akhlak.
Haul ini tidak hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga momentum untuk terus menghidupkan warisan keilmuan dan nilai-nilai yang telah mereka tinggalkan bagi umat. (*)
Kemenag
Kanwil kemenag Lampung
puji Raharjo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
