Naik-Turun Harga Wortel di Lambar: Dulu Dibuang, Kini Ditimang
Arya Besari
Lampung Barat
Ia membenarkan saat harga anjlok, sebagian petani sampai membuang hasil panen.
Kini situasi berbalik, permintaan meningkat, dan pembeli justru datang langsung ke lahan.
“Dulu mobil L300 kami pakai buat buang wortel karena rugi. Sekarang justru antre buat ngangkut hasil panen ke pasar,” katanya sambil tersenyum.
Petani lainnya, Nur, juga menyambut positif kenaikan harga tersebut. Ia menuturkan, gairah petani kembali tumbuh seiring membaiknya harga di pasaran.
“Kami jadi semangat lagi menanam, karena sekarang hasilnya sudah bisa menutupi biaya pupuk dan tenaga kerja,” ujarnya.
Nur berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga dan memastikan distribusi pupuk bersubsidi tetap lancar agar produksi tidak terganggu.
“Kalau pupuk lancar, hasil panen pasti bagus dan harga bisa stabil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lambar, Maidar, menilai kenaikan harga menunjukkan mekanisme pasar berjalan dengan baik.
“Ya, kita bersyukur keberuntungan berpihak kepada petani. Harga membaik karena permintaan pasar meningkat, didukung cuaca yang bagus dan hasil produksi yang baik,” kata Maidar.
Maidar menambahkan, pemerintah daerah melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan agar produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga.
Harga Naik
Wortel
Lambar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
