Empat Fraksi DPRD Lambar Soroti Strategi Fiskal, Inflasi, dan Efisiensi Anggaran dalam RAPBD 2026
Arya Besari
Lampung Barat
Fraksi ADEM mencatat adanya penurunan target belanja daerah menjadi Rp954,2 miliar, turun sekitar Rp150,5 miliar dari APBD 2025.
Ia menyoroti pula penurunan belanja modal sebesar Rp77,7 miliar dan meminta klarifikasi apakah hal itu bagian dari efisiensi atau melemahnya kemampuan fiskal daerah.
Selain itu, Fraksi ADEM meminta agar kenaikan belanja tidak terduga dari Rp2,1 miliar menjadi Rp3,3 miliar digunakan secara transparan untuk penanganan situasi darurat.
Penurunan dana transfer ke desa juga diingatkan agar tidak menghambat pembangunan di tingkat pekon.
Dari seluruh pandangan yang disampaikan, keempat fraksi DPRD Lambar sepakat untuk melanjutkan pembahasan RAPBD 2026 ke tahap selanjutnya dengan sejumlah catatan strategis.
Fokus utama pembahasan diperkirakan akan menyoroti arah kebijakan belanja modal, efektivitas pengendalian inflasi, dan strategi peningkatan pendapatan daerah.
Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Lambar, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat.
Semua fraksi menegaskan komitmennya mengawal APBD 2026 agar berpihak pada kepentingan rakyat dan mendukung kemajuan Lambar secara berkelanjutan. (*)
DPRD Lambar
Rapat Paripurna
RAPBD
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
