Dewan Kritik Pasar Murah di Lamsel Tak Tepat Sasaran, Kadisperindag: Anggaran cuma Rp10 Juta
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan dari Fraksi NasDem, Suhadirin, menyoroti pelaksanaan pasar murah yang dinilai belum maksimal dalam menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, program ini lebih terkesan sebagai seremoni daripada solusi nyata membantu warga kurang mampu.
"Saya berharap ke depannya pasar murah bisa lebih baik. Dari yang saya amati, selama ini hanya memenuhi kewajiban," ujar Suhadirin, Jumat (31/1/2025).
Ia juga menyoroti lokasi pelaksanaan pasar murah yang cenderung hanya dilakukan di tingkat kecamatan. Sehingga masyarakat di daerah terpencil sulit mengaksesnya.
Selain itu, ia menilai stok barang yang tersedia dalam program ini tidak mencukupi. Sering kali dalam waktu setengah jam, semuanya sudah habis.
"Hal ini menunjukkan bahwa program ini kurang berdampak secara luas, karena hanya berlangsung singkat," kritiknya.
Suhadirin berharap agar Pasar Murah bisa lebih sesuai dengan standar pembangunan global, terutama Sustainable Development Goals (SDGs), yang mengusung prinsip "No One Left Behind" atau tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Lamsel, Hendra Jaya, menjelaskan pihaknya telah berupaya menjangkau daerah yang lebih terpencil.
"Kita laksanakan juga di kecamatan yang paling jauh, terutama desa yang jauh dari pasar," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan stok menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pasar murah.
Lampung Selatan
DPRD
Dinas Pasar dan Perindustrian
Pasar Murah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
