Way Semah Longsor, Konsep Pembangunan Bronjong Berubah
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Konsep awal pembangunan bronjong di bantaran Way Semah, Desa Gedongtataan, Pesawaran, agaknya, bakal berubah seiring terjadinya longsor di sungai itu.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Pesawaran, Zainal Fikri, saat meninjau lokasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Lampung, Selasa (12/1/2021).
”Sebelum longsor ini, pembangunan bronjong direncanakan pada tahun 2021. Desain dan pelaksananya BBPJN. Sementara wewenang ada di Kementerian PUPR,” paparnya.
Namun dengan longsor di bawah Jembatan Siger Pesawaran tersebut, BBPJN akan mendesain ulang agar sesuai dengan kondisi sekarang.
Terkait hal ini, Pemkab Pesawaran akan membantu pembebasan lahan serta teknis di lapangan. Mereka akan berkordinasi dengan kepala desa.
”Alhamdulilah tadi pemilik ruko sudah bersedia bangunannya untuk disingkirkan karena sangat berbahaya bagi mereka," imbuh Zainal.
Langkah sementara saat ini adalah menahan material tanah agar tidak terbawa arus air. Bibir longsoran akan ditutup terpal agar tidak terus turun.
”Saya mewakili pemkab berterimakasih kepada BBPJN karena sudah merespons dengan cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Lintas Barat Wilayah Pesawaran, Aden, mengatakan rencana perbaikan sepanjang bantaran sungai direncanakan sejak 2020.
"Teknisnya nanti kita tunggu dari atasan bagaimana baiknya, apakah akan dibangun bronjong atau ada masukan lain,” pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
