Rusia Kembangkan Robot Tempur, TNI Indonesia Punya Apa?
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Militer Rusia telah merancang teknologi perang dengan mengandalkan mesin sebagai pasukannya. Tercatat, sedikitnya ada 4 jenis robot yang tengah dikembangkan negara tersebut. Mulai dari jenis tank (Nerekhta), biomorfik (lynx), penjaga keamanan, dan bola mata-mata (Sphera).
Penggunaan robot sebagai prajurit tempur dimaksud untuk meminimalisir korban jiwa saat ada peperangan. Karena itu, negara tersebut serius mengembangkan teknologi tersebut.
Kalau Rusia sudah sebesar itu, bagaimana dengan Indonesia?
Melansir Beritagar yang juga dikutip UCnews, konsep dan strategi perang di Indonesia sendiri masih mengandalkan tentara manusia, yakni TNI. Tapi, jangan dulu diragukan kemampuannya. Walau teknologi tempur tak secanggih Rusia, tapi prajurit TNI punya kemampuan luar biasa.
Kekuatan militer Indonesia itu berada pada peringkat satu di Asia Tenggara. Lalu, peringkat ke-15 di dunia dari 136 negara.
Kondisi ini disampaikan Global Firepower (GFP) 2018, sebuah situs analisis kekuatan militer negara-negara di dunia.
Tercatat, Indonesia punya 435 ribu personil militer aktif dan 540 ribu personil cadangan. Untuk alutsistanya, TNI memiliki 418 tank, 1.131 kendaraan lapis baja, 456 artileri dan 153 peluncur roket. Lumayan bahaya, kan?
Itu kekuatan militer di darat. Kalau di udara, TNI punya 41 jet tempur dan 197 helikopter. Dan, di laut ada dukungan 221 kapal perang loh.
Tapi, kembali lagi pada isunya, untuk meminimalisir kehilangan nyawa, rasanya tetap perlu ke depan Indonesia mengembangkan sistem robot militer, seperti Rusia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
