Ridho Soroti Absennya Kota pada Karnaval Budaya LKF 2018
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung M Ridho Ficardo membuka Acara Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai dalam rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival (LKF) XXVII tahun 2018, di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandarlampung, Sabtu (25/8/2018) malam.
Ridho menyoroti absennya atau tidak ikut sertanya Kota Bandarlampung pada Lampung Culture and Tapis Carnival atau Karnaval Budaya LKF yang diselenggarakan Minggu (26/8/2018).
Menurutnya, even itu wajib kita dukung secara penuh. Sebab, ini merupakan Festival 100 Kalender Kementerian Pariwisata.
"Jika sebagai masyarakat Lampung saja tidak tertarik bagaimana masyarakat luar mau tertarik untuk hadir kegiatan Lampung Festival Krakatau. Jadi, jika kegiatan ini saja tidak didukung, maka saya khawatir akan hilang dari data 100 kalender Kementerian Pariwisata," kata Ridho.
Seharusnya lanjut Ridho, kabupaten/kota memberikan dukungan dan peran aktif dalam kegiatan pariwisata. Investasi pada bidang pariwisata diyakini akan lebih maju lagi ke depannya. Sehingga, bukan mimpi jika Lampung menjadi unggulan di bidang pariwisata nasional.
Menurut Ridho, membangun proyek fisik itu tidak terlalu sulit. Ia mencontohkan, salah satunya Taman Gajah di Lapangan Enggal, Bandarlampung yang dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Namanya membangun itu tidak sulit. Tapi sejauh mana yang dibangun itu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ridho.
Dari pantauan rilislampung.id dalam kegiatan Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai juga dihadiri Kepala Bidang Hukum Kementerian Hukum dan Ham RI, Robert Simamora, Kakanwil Kementerian Hukum dan Ham Lampung, Bambang Haryono, Sekprov Hamartoni Ahadis, Forkopimda dan jajaran pemprov serta masyarakat. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
