Pertamina Kembangkan 'Marine Ecotourism' Berbasis Konservasi di Kalbar
Anonymous
Jakarta
Salah satu permasalahan kegiatan wisata di Pulau Lemukutan adalah terjadinya kerusakan terumbu karang.
Kerusakan terumbu karang di Pulau Lemukutan sering kali diakibatkan oleh perilaku wisatawan yang kurang ramah lingkungan yaitu menginjak karang.
Kondisi ini disebabkan karena wisatawan tidak perduli, tidak memahami serta faktor kelelahan. Sehingga dalam kegiatan ini juga akan menyediakan pijakan yang dapat digunakan wisatawan untuk berpijak.
Jejak Pesisir Nusantara selaku pelaksana kegiatan akan melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) yang akan dibina sebagai pemandu wisata (tour guide) untuk menjaga keberlangsungan program.
Berkembangnya kawasan fish shelter sebagai salah satu objek wisata baru dan dilengkapi dengan tour guide yang terlatih, secara perlahan akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat, khususnya bagi pokmas binaan.
Pemanfaatan dana CSR PT. Pertamina (Persero) TBBM Pontianak ini memiliki peranan penting bagi pengembangan ekowisata bahari Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang.
Marine ecotourism berbasis konservasi ini juga dapat menjadi wadah pengamatan/penelitian/pembelajaran dan juga untuk meningkatkan jumlah wisatawan.
Direktur Jejak Pesisir Nusantara, Yuan, menambahkan objek wisata bawah laut dapat menghibur wisatawan.
"Dan kerusakan terumbu karang pun dapat diminimalisir," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
