PPP: Penyebaran Paham Radikalisme Sudah di Level Lampu Kuning

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

5 Juni 2018 11:26 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Reni Marlinawati. FOTO: RILIS.ID/indra Kusuma
Rilis ID
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Reni Marlinawati. FOTO: RILIS.ID/indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan prihatin paham radikalaisme yang telah masuk ke kampus. Karena itu, partai pimpinan Romahurmuzy itu meminta pemerintah dan pihak pengelola kampus harus berusaha keras untuk membersihkan kampus dari tempat persemaian paham radikalisme.

"Prihatin dengan temuan Polri atas masuknya paham radikalisme di perguruan tinggi di Indonesia," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Reni Marlinawati dalam pernyataan pers yang disampaikan di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Pemerintah dan pengelola kampus harus membuat sistem yang ajeg serta konten bahan ajar dan pengawasan dalam proses belajar-mengajar di kampus untuk menangkal paham radikalisme bersemai di lingkungan kampus.

"Penyebaran paham radikalisme di perguruan tinggi telah masuk level 'lampu kuning'," kata Reni yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.

Dia berharap, upaya pembersihan paham radikalisme di perguruan tinggi tidak dimaknasi dengan pemasungan kebebasan berpikir di ranah perguruan tinggi. Kampus harus menjadi tempat persemaian kebebasan berpikir melalui nalar yang merdeka dari berbagai tekanan dan intimidasi dari pihak manapun.

"Aparat Polri dan pihak kampus harus memastikan kampus dijaga sebagai tempat perayaan kebebasan berpikir," ucapnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (2/6) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama dengan Polda Riau menyita empat bom rakitan berdaya ledak tinggi dari hasil penggerebekan di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Riau.

Selain empat bom rakitan, polisi juga menyita sejumlah bahan peledak lainnya. Bahan-bahan peledak tersebut sangat sensitif.

Bahan peledak dan bom itu, kata polisi, dirakit oleh tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, B, dan K. Ketiganya merupakan alumni perguruan tinggi negeri tersebut masing-masing angkatan 2002, 2004 dan 2005.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya