Nyaris Bentrok di Masjid, Kedua Kubu Ribut karena Urusan Politik
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Puluhan orang berseragam Banser mendatangi masjid Takmiriah Kemayoran Surabaya pada Minggu (28/8/2018). Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta ratusan massa aksi 2019 ganti Presiden yang bertahan di dalam masjid untuk keluar.
Dari pantauan, situasi sempat Memanas saat kedua massa bertemu di pelajaran masjid. Bahkan, sempat terjadi aksi dorong antara pria berseragam Banser dengan massa yang bertahan.
"Ini masjid jangan dipakai berpolitik," kata salah seorang pria berseragam loreng-loreng.
Namun, massa tetap ngotot bertahan karena mereka mengaku hanya ingin shalat berjamaah. Beberapa saat kemudian, pengumuman melalui pengeras suara masjid meminta agar kedua massa baik banser maupun ganti presiden keluar dari dalam masjid.
"Dengan hormat kami mohon banom NU untuk keluar dari masjid. Semua kami minta keluar," bunyi pengumuman tersebut.
Mendengar himbauan itu, massa Ganti presiden dan Banser pun berangsur meninggalkan lokasi.
"Aspirasi apapun yang anda bawa ingat anda muslim. Jangan sampai bentrok. Jadi yang berada di area masjid jadi mohon keluar," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan massa yang menginginkan ganti presiden 2019 memilih bertahan di masjid Takmiriah Kemayoran Surabaya.
"Rencanaya kami ingin shalat Jemaah bareng," kata Adi aktivis ganti presiden asal asal Tanjung Perak.
Dia mengatakan, pihaknya hanya ingin menggelar aksi damai. "Niat awal kita ingin menyampaikan tegar 2019 ganti Presiden dan tidak dilarang kan," tambahnya.
Dia mengaku tidak akan terprovokasi dan hanya ingin menyalurkan aspirasi. "Kita tidak ingin termakan provokasi Mereka melempar kamu dengan arua dan kamu tidak akan membalasnya," tambahnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
