Ketua Pemenangan Jokowi-Ma'ruf dari TNI, Begini Komentar PDIP

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

24 Agustus 2018 13:52 WIB
Nasional | Rilis ID
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, menegaskan parpol pendukung menyerahkan sepenuhnya kepada Joko Widodo terkait pemilihan ketua tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, koalisi tidak akan ikut campur dengan keputusan calon presiden. 

Hal ini menyusul adanya kabar koalisi Indonesia Kerja yang tengah mempertimbangkan sosok dari unsur militer menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf. Ada nama Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko masuk radar.

"Soal nama ketua tim, kami serahkan ke Pak Jokowi," ujar Hasto di rumah pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018). 

Diketahui, Sembilan Sekjen Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan menggelar pertemuan di Media Center tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf di Jalan Cemara Menteng, Jakarta pada hari ini setelah sebelumnya batal dilakukan pada pukul 19.00 WIB semalam.

Di luar pemilihan ketua tim kampanye, Hasto menjelaskan, sembilan sekjen parpol saat ini bertugas mempertajam agenda strategis saat berkampanye pada 21 September 2018.

"Fungsi kampanye secara organisasi sudah berjalan dengan baik dan pagi ini kami mempertajam agenda strategis sehingga seluruh kelengkapan organisasi sudah berjalan, deklarasi-deklarasi daerah sudah bisa dilakukan termasuk tim kampanye di daerah," katanya.

Namun, disinggung soal nama Gatot Nurmantyo, Hasto justru berkelakar. Ia pun enggan memastikan siapa tokoh yang akan ditunjuk sebagai ketua tim.

"Pak Gatot masuk sebagai mantan panglima TNI," tandasnya.
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya