Ini Alasan Sayembara Lepaskan Ban di Leher Buaya Dihentikan

Tari Oktaviani

Tari Oktaviani

Palu

3 Februari 2020 18:16 WIB
Daerah | Rilis ID
Istimewa
Rilis ID
Istimewa

RILISID, Palu — Setelah sempat viral, akhirnya pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menghentikan sayembara pelepasan ban dari leher buaya di Sungai Palu. Menurut mereka, pelepasan akan dilakukan oleh ahlinya.

Adapun ahlinya didatangkan dari BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurut Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar kesepakatan ini berdasarkan rapat kordinasi bersama.

"Benar, sayembara telah kami tutup. Ada petugas KLHK dan tim ahli lengkap dengan peralatan yang akan membantu kami ( BKSDA Sulteng) untuk menyelamatkan buaya berkalung ban itu," ungkap Hasmuni dilansir Liputan6.com.

Besok, Selasa (4/2/2020) para petugas yang diutus itu akan tiba di Kota Palu. Selanjutnya mereka membahas strategi penyelamatan buaya Sungai Palu dari ban.

Sayembara dihentikan karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan nyawa si pencoba sayembara. Tak hanya itu saja sayembara juga dikhawatirkan justru akan memperburuk kondisi si buaya.

"Sejak awal sayembara itu untuk orang ahli, bukan sembarang. Tapi kami tidak akan menyerah, akan kami tuntaskan penyelamatan kali ini," tegas Hasmuni.

Sebelumnya diketahui, Gubernur Sulteng Longki Djanggola meminta BKSDA menggelar sayembara untuk melepaskan ban dari leher buaya. Nantinya bagi yang berhasil akan mendapatkan uang tunai sebagai hadiahnya. 

"Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan BKSDA, salah satunya sampai hari ini buaya berkalung ban belum bisa tertangkap. Tahun ini harus bisa ditangkap supaya ban bekas yang terlilit di leher satwa itu bisa di lepas," kata Longki dikutip Antara di Palu, Selasa (28/1)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya