Indeks Demokrasi Lampung Masuk Kategori Sedang
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Perkembangan demokrasi di Lampung dalam kurun 2016-2017 mencapai angka 61,00 atau masuk kategori sedang. Hal itu terungkap dalam acara focus group discussion (FGD) penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2017 di Hotel Horison, Bandarlampung, Selasa (5/6/2018).
Pencapaian tersebut belum sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015-2019 dengan target capaian IDI pada tahun depan sebesar 73,50.
“Pembangunan bidang politik memiliki nilai yang sama pentingnya dengan pembangunan bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya. Politik yang stabil dan sehat akan berkorelasi positif dengan kesejahteraan tingkat penduduknya,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung Heri Suliyanto dalam keterangan persnya, Selasa (5/6/2018).
Pengukuran IDI terdiri dari tiga aspek, yaitu kebebasan sipil (civil liberties), hak-hak politik (political rights) dan lembaga demokrasi (institutions of democracy).
Hery menjelaskan bahwa dalam RPJMN 2014-2019 salah satu tujuan pembangunan politik adalah pemantapan proses positif konsolidasi demokrasi yang berarti menargetkan nilai- nilai demokrasi telah mengakar luas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Oleh karena itu upaya-upaya penguatan pembangunan politik harus terarah dan terukur,” ujarnya.
Dalam penyusunan survei IDI tahun 2016 yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 terdapat penurunan khususnya pada aspek kebebasan sipil yang turun sebesar -11,5 poin dari tahun 2015 yang mencapai 71,99 menjadi 60,49 pada tahun 2016.
Penurunan yang sama juga pada aspek hak-hak politik yang semula tahun 2015 bernilai 63,19 turun menjadi 59,32 pada tahun 2016. Selain pemerintah unsur masyarakat seperti akademisi, aktivis, LSM dan pekerja media juga terlibat dalam penyusunan IDI.
“Semua turut berkontribusi sesuai perannya dalam memberikan dukungan dalam proses pengumpulan data di lapangan sekaligus quality control,” tutur Heri.
Dia menambahkan, FGD merupakan bagian penting dari keseluruhan rangkaian penyusunan. Pihaknya berharap bahwa melalui FGD IDI peran aktif para peserta dan pikiran-pikiran jernih dapat dapat digali dan dimobilisasi secara produktif sehingga data yang telah dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dapat dianalisis lebih tajam sehingga aspek validitas data terpenuhi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
