Idrus Tersangka Kasus PLRU Riau-1, Setya Novanto Kaget
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengaku terkejut dengan penetapan tersangka mantan Sekjennya di partai Golkar, Idrus Marham dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. Menurut Novanto, sosok mantan Menteri Sosial itu dipandangnya terkenal dengan pekerja keras.
"Ya cukup kaget juga ya. Dia orang kerja keras," kata Setnov di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018).
Novanto sendiri hari ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek listrik 35000 megawatt itu. Namun, belum diketahui pasti kaitan dan peran Setnov dalam kasus yang menjerat Idrus tersebut.
Namun saat disinggung kepadanya, pria yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar itu pun mengaku tak tahu menahu terkait kasus suap tersebut mengingat dirinya sudah di dalam penjara.
"Waduh, enggak ada saya tuh. Kan saya sudah masuk," ujarnya.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto sedianya akan diperiksa untuk kepentingan penyidikan Johanes Kotjo. Ia akan digali pengetahuannya terkait dugaan lobi proyek tersebut.
Sementara itu KPK juga turut memanggil anak Novanto, Rheza Herwindo selaku Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandir. Berbeda dengan ayahnya, Rheza akan diperiksa untuk penyidikan Idrus Marham.
Selain itu, ada pula Bupati Temanggung terpilih M Al-Khadziq yang merupakan suami tersangka Eni Maulani Saragih serta tiga saksi lain yakni tenaga ahli DPR Tahta Maharaya, karyawan swasta Audrey Ratna Justianty, dan Direktur PT Raya Energi Indonesia Indra Purmandani.
"Mereka bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri.
Diketahui Idrus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
