Cerita AHY yang Sempat Diberi Semangat Gus Sholah saat Terjun ke Politik
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan rasa dukanya atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Minggu (2/2/2020).
AHY kemudian membagikan kisahnya saat menemui almarhum Gus Sholah pada medio 2018 silam. Saat itu, AHY mengaku diterima sangat ramah oleh Gus Sholah di kediamannya di Jombang, Jawa Timur.
Kisah itu dibagikan AHY melalui akun media sosial Twitter miliknya, @AgusYudhoyono, Senin (3/2/2020).
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Turut berduka atas wafatnya Gus Solah. Kiprahnya sbg seorang Kiai, sesepuh di kalangan Nahdliyyin & pejuang hak-hak kemanusiaan menginspirasi semua anak bangsa. Masih teringat ketika saya diterima dgn keramahannya di ’Ndalem’ Jombang, 2018 silam," tulis AHY.
"Sembari mengajak saya makan siang bersama keluarga, beliau menyemangati saya yang mulai menekuni dunia politik dan kemasyarakatan. Silaturahmi singkat itu menyelipkan banyak makna, nasehat dan pelajaran berharga tentang Islam, kebangsaan, kenegaraan, dan kerakyatan," lanjutnya.
AHY kemudian mendoakan ulama dan sesepuh Nahdlatul Ulama yang juga adik kandung dari Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dirinya berharap, semua anak bangsa bisa meneladani kearifan dan kebijaksanaan yang ditunjukkan oleh Gus Sholah semasa hidupnya.
"Semoga Gus Solah husnul khotimah, diterangkan kuburnya, dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan. Dan semoga kita semua bisa meneladani setiap kearifan dan kebijaksanaan yang diamalkannya. Aamiin," ungkap AHY.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
