Begini Cara Korban Gempa Lombok Bertahan Hidup
Anonymous
Mataram
RILISID, Mataram — Warga yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter di Dusun Apit Aiq, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terpaksa mengonsumsi umbi-umbian jenis talas dan kelapa muda untuk bertahan hidup, sembari menanti bantuan dari pemerintah.
Lokasi dusun tersebut berada di lereng perbukitan Batu Layar di dekat kawasan pariwisata Pantai Senggigi.
Untuk mencapai dusun itu harus melalui jalan setapak yang terjal dan curam serta hanya dapat dilewati dua motor.
Jika turun hujan dipastikan akan lebih sulit dilalui kendaraan roda dua apalagi di kanan jalan terpampang jurang yang menganga sehingga pemakai jalan harus berhati-hati .
Sejak gempa tektonik kekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu (5/8/2018) hingga sekarang, pemerintah desa setempat baru memberikan tiga kilogram beras yang dibagi untuk enam kepala keluarga.
Warga menuturkan, bantuan lainnya tidak ada sama sekali, kecuali bantuan pribadi yang dalam sehari sudah habis dibagikan kepada warga lainnya.
"Yang ada bantuan dari pemerintah itu hanya beras tiga kilogram, itupun untuk dibagi enam kepala keluarga, sedangkan lauk pauknya tidak ada sama sekali seperti mi instan," kata mantan Kepala Dusun Apit Aiq, Bahrain Arhap Hidayat.
Untuk mengatasi ketiadaan lauk pauk itu, warga pun terpaksa memakan talas, sedangkan bagi yang tidak punya umbi-umbian seperti itu terpaksa makan kelapa muda.
"Itu berlangsung sejak gempa besar pada 5 Agustus 2018," katanya.
Bahrain mengaku sudah beberapa kali mencoba mendatangi kantor desa untuk meminta bantuan makanan. Tapi sampai sekarang tidak juga ditanggapi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
