Bangun Kekompakan Melalui Nyalai Siwok

Ari Gunawan

Ari Gunawan

LAMPUNG BARAT

6 Januari 2021 19:35 WIB
Daerah | Rilis ID
 Nyalai Siwok yang dilakukan secara gotong royong oleh warga, Rabu (6/1/2021)./FOTO RILISLAMPUNG.ID/ARI GUNAWAN
Rilis ID
Nyalai Siwok yang dilakukan secara gotong royong oleh warga, Rabu (6/1/2021)./FOTO RILISLAMPUNG.ID/ARI GUNAWAN

RILISID, LAMPUNG BARAT — Lampung Barat (Lambar) memiliki beragam budaya dan adat istiadat sejak zaman kakek moyang terdahulu hingga saat ini.

Salah satunya adalah Nyalai Siwok (sangrai ketan) yang biasanya dibuat ketika ada salah satu muda-mudi yang bakal melangsungkan pernikahan.

Sangrai ketan dibuat secara gotong royong oleh masyarakat yang menyimbolkan suatu kekompakan dalam sebuah pekerjaan dan ringan di rasa saat bersama-sama. 

Kegiatan tersebut selalu dilakukan pada saat akan melangsungkan suatu hajatan pernikahan. Adapun bahan-bahannya terdiri dari ketan, gula aren dan kelapa parut.

Bahan-bahan itu lalu diaduk atau disangrai menjadi satu di atas tungku api, kemudian disangrai secara terus menerus hingga bahan tadi mengental sehingga menjadi siwok. 

Gapur (50), warga Pekon Sukarame, Kecamatan Balikbukit, Lambar  mengatakan, siwok merupakan simbol masyarakat saat menggelar nayuh (pesta) yang diberikan untuk kelama atau asal Ibu.

”Juga keluarga yang datang pada pesta tersebut. Namun besaran siwok akan bervariasi menunjukan kedekatan keluarga yang terdiri dari raja, batin, khadin, dan keluarga dekat yang mempunyai hajat,” jelasnya, Rabu (6/1/2021).

Menurut Gapur, seiring kemajuan zaman, saat ini Nyalai Siwok bukanlah suatu keharusan.

”Tetapi, jika bukan kita yang mempertahankan adat ini, lalu siapa lagi?” ucapnya.

Nyalai Siwok sendiri tujuannya untuk membangun kekompakan dalam sebuah keluarga besar maupun dengan warga sekitar. Sehingga tali persaudaraan akan semakin erat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya