Kejuaraan Panahan Berkuda Kumalat Kembali Digelar, Ketum KONI Lampung Apresiasi Pordasi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Lampung kembali menggelar kejuaraan panahan berkuda.
Event bertajuk Kumalat II (Kuat, Maslahat, dan Bermartabat) itu berlangsung di Kebun Raya ITERA, Minggu, 28 September 2025.
Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengapresiasi Pordasi Lampung yang terus mengembangkan olahraga berkuda di wilayah Lampung.
Menurutnya, cabang olahraga ini berkembang pesat dan semakin diminati, bahkan oleh atlet-atlet usia muda, termasuk pelajar berusia 10 tahun.
“Saya yakin akan terus bermunculan atlet muda berkuda, karena didukung juga oleh komunitas pemelihara kuda yang memberikan dukungan luar biasa. Bangga melihat begitu antusiasnya anak muda di arena berkuda, termasuk yang berasal dari pesantren. Potensi prestasi ke depan sangat cerah,” ujar Taufik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor ITERA dan Pordasi Lampung yang sudah menjalin kolaborasi produktif dalam mewujudkan venue olahraga berkuda di kawasan perguruan tinggi tersebut.
“ITERA memberikan lahan untuk latihan dan pertandingan cabang olahraga berkuda, sementara Pordasi aktif melakukan pembinaan. Ini merupakan langkah awal membangun sinergi untuk prestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pordasi Lampung, Rommy Herwansyah, menegaskan keseriusan organisasinya sejak berdiri beberapa tahun lalu dalam mengembangkan olahraga berkuda di Lampung.
“Kami bekerja sama dengan banyak pihak untuk memajukan olahraga ini. Karena Pordasi tidak bisa berjalan sendiri, maka bersama teman-teman UKOB se-Provinsi Lampung kami terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang sinergis,” jelas Rommy.
Ia menambahkan, potensi dan minat anak muda yang terus meningkat menjadi perhatian Pordasi Lampung untuk terus memberikan dukungan melalui berbagai event.
panahan
atlet berkuda
KONI Lampung
Pordasi Lampung
Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
