Cerita Pasien BPJS
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — "Mungkin karena pasien BPJS, jadi yah dianggap rendah"
Kalimat itu dengan sengaja keluar dari mulut sepupu saya. Saat saya menjenguk ayahnya yang tidak lain adalah paman kandung saya.
Di samping ayahnya, iya bercerita selama merawat ayahnya di salah satu rumah sakit swasta Bandar Lampung.
Ia dan ayahnya mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan dari oknum dokter di rumah sakit besar yang berada di wilayah pesisir Bandar Lampung itu.
Sikap tidak menyenangkan yang disampaikan dokter itu terjadi saat dirinya menanyakan perihal hasil laboratorium terkait gula darah ayahnya.
"Kamu nggak tau ayahmu punya darah manis?, itukan ayah kamu bukan ayah saya," ujarnya menirukan kata-kata yang disampaikan oleh dokter tersebut.
Selain itu perkataan yang tidak menyenangkan lainnya yakni saat dirinya mengadukan soal, ayahnya yang sulit untuk makan.
"Pak, makan itu untuk hidup, kalau tidak mau makan yah lebih baik mati," kata dokter itu.
Ia mengaku kaget dan sakit hati, saat mendengar kata-kata itu dari seorang yang bergelar dokter.
Seseorang dokter yang seharusnya bisa memberikan rasa optimis untuk pasien yang ia tangani, justru berprilaku sebaliknya.
Pasien BPJS
Dokter
BPJS Kesehatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
