Untukmu Pembaca Rilisid Lampung, Terima Kasih
Gueade
Apalagi, kemudian badai pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 menghantam Indonesia awal Maret 2020.
Semua bisnis tiarap. Pemecatan terjadi di sana-sini. Yang tak mau memberhentikan karyawannya, terpaksa memangkas gaji. Rasionalisasi.
Saya pun jual mobil. Tak masuk akal lagi punya kendaraan. Sementara biaya perawatan, bayar pajak, beli bensin, tak sebanding dengan pendapatan.
Tapi masa-masa susah itu cerita dulu. Sekarang, sekali lagi, duet maut Segan dan Wira ini benar-benar sukses besar. Bahkan, di tahun pandemi Rilisid Lampung masih mampu meraup laba Rp1 miliar lebih.
Angka ini bagi saya sangat luar biasa. Pada masa pandemi, di tengah krisis keuangan di sana-sini, Rilisid Lampung tetap tumbuh sehat. Bagian keuangan Mufidah Mardhiah dan Umdhatul Chasanah pun tersenyum bahagia.
Mufidah ini termasuk karyawan Rilisid Lampung angkatan pertama. Selalu tersenyum apapun yang terjadi. Tapi kalau menyangkut soal uang dan tagihan jangan main-main dengannya. Tanya saja ke kawan-kawan wartawan terutama di daerah.
Sementara Umdhatul Chasanah atau biasa kami panggil Umi dari Anugerah Alam Lampung --PT Agrokimia Grup, yang diperbantukan di Rilisid Lampung agar Mufidah tak keteteran.
Bukan apa-apa, wartawan yang tadinya cuma ada di Bandarlampung sebanyak empat orang, kini di semua daerah di Lampung sudah terisi. Minimal satu, paling banyak tiga orang per kabupaten/kota.
Baru-baru ini pun, Rilisid Lampung mampu merekrut redaktur baru. Dia Andry Kurniawan, dulu bekerja di televisi nasional. Ada juga Dwi Des Saputra, wartawan yang juga pernah bekerja di televisi nasional. Ditambah Kiki Oktavian yang kini memperkuat Rilisid TV Lampung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
