Untukmu Pembaca Rilisid Lampung, Terima Kasih
Gueade
Tentu masih ingat siapa Hendarmin bukan? Itu loh yang memopulerkan ujar-ujar, ”Kenapa takut miskin, kalau kaya saja belum pernah?”.
Ujar-ujar ini saya yakin lahir dari pemikirannya sendiri. Bang Een –sapaannya, adalah perpustakaan berjalan. Oleh kawan-kawannya dia sampai dijuluki Gus Een karena kedalaman bacaannya.
Dia orang baik. Tak pernah sekali pun berkata tidak jika kawan-kawannya datang meminta pertolongan. Saya pribadi pun pernah berutang padanya.
Alfatihah untuk Bang Een, semoga diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di taman-taman surga oleh Allah. Amin.
Sedangkan, Hengki adalah seorang pengacara hebat yang juga penasehat hukum Rilisid Lampung. Tak mungkin, namanya tidak saya sebutkan karena bagi Rilisid Lampung dia adalah penyelamat. Sama dengan PT AKN dan Bang Een.
Karena utang-utang inilah kawan-kawan di Rilisid Lampung bisa sedikit bernapas. Meski, kadang telat gajian.
Yang paling puyeng jelas Segan Petrus Simanjuntak. Dia pemimpin perusahaan. Saya dan dia, dulunya sama-sama bekerja di salah satu media mainstream di Lampung.
Saya tahu betul betapa pontang-panting dia bergerak ke sana-sini mencari iklan agar kawan-kawannya bisa gajian.
Tapi sayang, ia seperti berjalan sendirian. Maklum saja, saya dasarnya adalah jurnalis murni. Tak bisa mengimbangi kegesitannya.
Sampai kemudian Wirahadikusumah masuk Rilisid Lampung di 20 April 2019. Sama juga, dia dari media tempat saya dan Segan dulu bekerja.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
