Revolusi Pengecer Berita
lampung@rilis.id
Itulah ”pasarnya” Rilisid Lampung. Dalam mengecerkan beritanya. Juga iklan yang dipasang kliennya.
Bahkan, saya akan bocorkan dalam tulisan ini. Divisi medsos Rilisid Lampung sudah memiliki 100 akun fake Facebook. Yang masing-masing pertemanannya sudah mencapai batas maksimal: 5.000 teman.
Itu artinya, ada 500 ribu pengguna Facebook yang di maintenance divisi medsos Rilisid Lampung. Dari 100 akun fake itu.
Coba Anda bayangkan. Dari 500 ribu pengguna Facebook yang di maintenance itu, masak 1.000 saja tidak mengklik berita yang di share?
Nah, jika dalam sehari ada 10 berita yang di-share, berarti ada 10 ribu pengguna Facebook yang mengklik berita yang disebarkan.
Divisi medsos lah yang bekerja menge-share berita itu. Mereka bekerja siang dan malam. Tidak hanya di kantor, dari rumah pun mereka bekerja. Tidak hanya pakai laptop, tapi juga melalui handphonenya.
Tentu, agar pengguna Facebook tertarik mengklik berita, yang harus di-share adalah berita yang menarik. Juga penting. Intinya punya news value tinggi.
Berarti, kembali lagi pada konten berita yang di-share. Yang berita itu diproduksi divisi redaksi.
Karenanya, redaksi pun tidak boleh ”melempem”. Dalam membuat berita. Tetap harus memiliki news value yang tinggi.
Oh iya, saya hampir lupa. Melalui tulisan ini, saya pun ingin mengucapkan terima kasih kepada pembaca dan mitra Rilisid Lampung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
