Celetukan Anak Senior
lampung@rilis.id
Saya pun sempat melirik Mba Eva. Yang duduk berseberangan dengan saya. Dia pun terlihat menangis. Saya yakin, dia sangat bangga dengan sosok suaminya. Yang banyak dikenang orang sebagai orang baik.
Pun putranya Bima. Yang saya lihat juga meneteskan air mata. Wajar, ia sudah cukup dewasa untuk merasakan kesedihan. Sebab, ia sudah duduk di bangku kelas 2 SMP.
Sementara adiknya Dana, terlihat termangu saja. Wajahnya terlihat kebingungan. Mungkin ia merasa heran, mengapa suasana yang biasanya ceria dalam merayakan ulang tahun, malah menjadi mengharu biru.
Pastinya, kami sangat bangga mengenal sosok Bang Een. Yang mengajarkan kami bagaimana menjadi teman yang baik. Dan tidak khawatir dalam menghadapi kondisi apapun. Terlebih soal kekurangan materi.
”Kenapa takut miskin, kalau kaya saja belum pernah!”.
Itulah quotenya yang terkenal. Yang kami kenang hingga sekarang.
Tenanglah di sana Bang Een. Tunggu kami. Karena, kami juga pasti akan menyusulmu. (Wirahadikusumah)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
