Atas Nama Infrastruktur Jalan
lampung@rilis.id
Lampung
Jika beban pokok dan bunga utang tersebut tidak dapat diimbangi dengan penerimaan yang memadai maka APBD bisa lumpuh dan memicu krisis ekonomi. Ataupun jika nantinya pemulihan pendapatan pemprov cenderung lambat diperlukan langkah untuk memperpanjang jatuh tempo pembayaran utang. Pemprov akan semakin rugi dengan bertambahnya pengeluaran untuk biaya bunga.
Penulis berharap jikalau memang mengambil utang dari investor adalah satu-satunya jalan terjal yang harus diambil demi mengakselerasi percepatan pembangunan, setidaknya perbaiki dahulu kinerja pemerintahan. Naikkan daya saing dan posisi tawar di hadapan investor serta yakinkan rakyat bahwa kebijakan tersebut bukan sebagai ajang mendapat fee proyek atau sekadar mercusuar pembangunan untuk mendapat insentif elektoral sebelum kontestasi politik tahun 2024.
Gubernur bukan seorang ekonom, namun kebutuhan akan kompetensi tersebut seharusnya bisa dipenuhi orang-orang di sekelilingnya agar kebijakan tersebut mendatangkan kebaikan dan tidak terjadi miskalkulasi yang mendatangkan kesusahan terutama untuk generasi yang akan datang.
Mengutip ulang tulisan seorang ekonom M. Chatib Basri pada sebuah kolom di media tentang ”Mr Spock dan Hommer Simpson”, Mr Spock adalah tokoh fiksi dalam film Star Trek, adalah bayangan para ekonom tentang makhluk ekonomi. Ia dingin, rasional, mampu berpikir tenang, dan melakukan kalkulasi dalam setiap keputusannya.
Sebaliknya, Hommer Simpson adalah tokoh kartun dalam film The Simpsons, adalah gambaran tentang manusia yang kacau; tambun karena rakus, kecanduan junkfood dan menonton televisi, agresif, pemalas, serta tak profesional. Keputusannya tidak selalu didasarkan pada kalkulasi yang dingin.
Semoga, Hommer, yang mungkin seorang tokoh yang jauh dari ideal, tidak sedang berada di sekitar gubernur. Wallahualam Bis sawab. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
