Nunik soal Penerbitan Kamus Lampung-Indonesia: Kita Tak Ingin Bahasa Lampung Punah

Segan Simanjuntak

Segan Simanjuntak

Bandarlampung

18 Februari 2021 20:50 WIB
Humaniora | Rilis ID
Wagub Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik. FOTO: IST
Rilis ID
Wagub Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik. FOTO: IST

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Endang Aminudin Aziz mengungkapkan penyusunan kamus dalam Bahasa Lampung-Indonesia merupakan sebuah ikhtiar mempertahankan bahasa daerah.

Menurutnya, hakekat kamus adalah sebuah hasil yang kreatif. Kalau bicara proses kreatif, maka bicara literasi. Kreativitas merupakan nilai tinggi dari keliterasian.

"Peluncuran kamus ini menandai sebuah lompatan dari Kantor Bahasa Lampung. Kalau bicara sebuah karya, ini bukan karya yang bersifat jalan pintas, tapi sudah dipikirkan bagaimana karya itu bisa langgeng,” ujar Endang.

Keberhasilan pelestarian bahasa dan sastra daerah, menurut Endang, ditentukan lima indikator. Pertama, berapa banyak yang menuturkan daerah dalam melakukan penggunaan bahasa daerah dalam masyarakat.

Kedua, berapa banyak bahasa daerah di Indonesia yang dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah. Ketiga, berapa banyak ketersediaan guru yang mengajarkan muatan lokal.

Keempat, berapa banyak publikasi dalam bahasa daerah mulai dari koran, majalah, buletin dan termasuk kamus ini.

Terakhir, berapa banyak program yang diinisiasi masyarakat seperti radio, YouTube, dan lainnya.

"Kami berharap pemerintah daerah, budayawan dan berbagai pihak mendukung pelestarian bahasa daerah," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya