Ketenangan Pengadilan Pecah, Seorang Perempuan Menjerit Histeris

Muhammad Iqbal

Muhammad Iqbal

Bandarlampung

17 Maret 2021 19:08 WIB
Humaniora | Rilis ID
Seorang perempuan menangis histeris di PN Tanjungkarang untuk mendapatkan surat penangguhan, Rabu (17/3/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M Iqbal
Rilis ID
Seorang perempuan menangis histeris di PN Tanjungkarang untuk mendapatkan surat penangguhan, Rabu (17/3/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M Iqbal

RILISID, Bandarlampung — Ketenangan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Rabu (17/3/2021) pecah. Terdengar suara isak tangis histeris seorang perempuan.

"Ya Allah.. Ayah saya bukan penjahat, bukan penipu, bukan maling!" jerit perempuan berhijab dari lorong gedung PN Tanjungkarang. 

Wanita yang tidak diketahui namanya itu datang sendiri ke bagian informasi PN Tanjungkarang.

Ia bertujuan meminta surat penangguhan untuk ayahnya yang bernama Paksi Marga (55), warga Jalan Badak, Sidodadi, Kedaton, Bandarlampung.

Tujuannya agar sang ayah menjenguk ibu dari wanita itu yang tengah dirawat di RS Advent lantaran kondisinya kritis. 

"Tolonglah kasih kami keringanan. Jangan sampai ada penyesalan," jeritnya lagi yang membuat hampir seluruh pengunjung PN memperhatikannya. 

Beberapa petugas PN berusaha untuk menenangkan wanita yang mengenakan busana sedikit bermotif tersebut.

Namun upaya itu tampak sia-sia. Dia tetap histeris dan menangis menjadi-jadi. 

Akhirnya Humas Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Hendri Irawan, berusaha menenangkan wanita tersebut.

Hendri menjanjikan surat yang diminta sedang disiapkan oleh petugas.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya