DSC 2021 IIB Darmajaya–BRIncubator: 31 Startup Masuk Tahap Penjurian
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Darmajaya Startup Competition (DSC) 2021 yang diselenggarakan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bekerjasama dengan BRIncubator memasuki tahap pitching atau penjurian terhadap 31 peserta.
Sebelumnya terdapat 325 pendaftar DSC 2021 mengirimkan pitch deck. 37 peserta mengupload video pitch deck presentasi terseleksi 31 startup.
Kepala Biro Inkubitek Career Center dan Rumah Tangga Niken Paramitasari didampingi Penanggung Jawab DSC 2021 Lilla Rahmawati mengatakan, sebanyak 31 startup telah diseleksi dari 325 pendaftar.
”Sudah masuk tahap pitching atau penjurian,” ujarnya.
Lilla menerangkan, penilaian terhadap startup yang lolos terdapat beberapa indikator. Di antaranya ide bisnis, market fit, team, skill, bahan baku, progres produk, progres produksi, dan progres marketing.
”Penilaian juga dilihat dari ada pasarnya tidak dan potensial tidak untuk dikembangkan. Kemudian bagaimana kemampuan tim dalam mengeksekusi bisnisnya ketika pendanaan tersebut turun,” katanya.
Pitching, lanjut dia, akan dinilai oleh lima juri dari beberapa latar belakang. Wakil Rektor 1 Dr. RZ Abdul Aziz, ST., MT. (teknologi), M. Ariza Eka Yusendra, SP., MM., Dekan FEB Dr. Faurani I Santi Singagerda, MSc., Lilla Rahmawati, S.Sos., MM., (model bisnis), dan perwakilan dari BRIncubator.
Sementara, Kepala Perwakilan BRIncubator Lampung Julian Esa Yudhistira mengatakan, DSC 2021 ini juga bagian dari kolaborasi IIB Darmajaya dengan Bank BRI.
”Kami memiliki program BRIncubator yang membantu dalam pengembangan UMKM dan startup. IIB Darmajaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera yang kami pilih untuk menjadi pilot project pengembangan kewirausahaan di kampus. Ini karena kami melihat Inkubator Darmajaya memiliki program yang sangat baik untuk berkolaborasi,” ungkapnya.
Pemenang juga akan mendapatkan pendanaan dari BRIncubator untuk mengembangkan usahanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
