Cerita Dosen UTI yang Menjalani Ramadan di Negeri Kanguru
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Selanjutnya, baik di kampus Griffith University maupun di komunitas muslim sering mengadakan buka bersama sehingga lumayan terobati dengan berbagai makanan khas Indonesia seperti bakso, mie ayam, ayam bakar, rawon, soto, dan tentunya gorengan serta es buah.
Sebelum Ramadan kali ini berakhir, University of Queensland Indonesian Student Association (UQISA) berkolaborasi dengan Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) mengadakan buka bersama yang dihadiri oleh semua mahasiswa mahasiswi dari berbagai kampus.
Di antaranya Griffith University (GU), Queensland University of Technology (QUT), dan tentunya University of Queensland (UQ) serta kampus-kampus lain di Queensland. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 April 2023 mulai jam 17.00 hingga selesai di ModWest Building (11A), UQ.
Rangkaian acaranya dimulai dengan buka Bersama dengan air putih dan jajanan khas Indonesia, kemudian salat magrib berjamaah, lalu makan bersama, hingga salat isya, ceramah, dan salat tarawih.
Selain untuk mengakomodasi kegiatan Ramadan, buka bersama ini juga untuk menguatkan mahasiswa Indonesia di Queensland. Namun demikian, mahasiswa dari berbagai negara juga turut hadir pada acara buka bersama ini, seperti Malaysia, India, Pakistan, dll.
Lulud menambahkan bahwa nuansa Ramadan kali ini tidak sama dengan di Indonesia. Menurutnya, tidak terdengar azan berkumandang dikarenakan masjid di kota Brisbane sangat terbatas jumlahnya.
Selain itu juga jarak tempuh masjid lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Namun menurutnya, hal itu tidak mengurangi intensitas beribadah di bulan yang penuh berkah ini hingga menyambut Idulfitri nanti. (*)
Cerita Dosen UTI
Ramadan di Negeri Kanguru
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
