NII Crisis Center Terima Laporan Puluhan Siswa SMP Terpapar Terorisme, Ken Setiawan: Sangat Mengerikan!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Bahkan Ken mengaku pernah mendapat laporan dari salah satu Pesantren Tahfidz Quran di Bogor kalau seluruh santri yang jumlahnya ratusan telah direkrut dan dibaiat semua oleh pimpinan pesantren kepada Negara islam Indonesia (NII).
“Tapi karena belum melakukan tindakan terorisme, baru dianggap sebatas paham pemikiran radikal maka pesantren itu, pimpinan dan santrinya tidak bisa ditindak oleh Densus 88,” jelas anggota FKPT Lampung itu.
Di era digital saat ini, sambung dia, radikalisme kini tak lagi menyebar lewat pertemuan-pertemuan rahasia. Tapi saat ini lewat ponsel dan media sosial, rata rata anak SMP yang terpapar terorisme itu direkrut melalui media sosial.
“Ancaman itu sekarang ada dalam genggaman. Sangat mengerikan, maka perlu kontrol orang tua, dan kita harus pesankan ke anak, jika menerima berita harus tabayun, jangan menelan mentah-mentah informasi,” pesannya.
Ia mengingatkan paham radikalisme dan terorisme itu seperti virus. Bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia, pendidikan, bahkan profesi.
Ken pun menyayangkan saat ini kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme sangat minim. Bahkan nyaris tidak ada dengan alasan terkendala efisiensi anggaran.
Padahal hal itu penting sekali untuk membentengi masyarakat khsususnya kalangan muda agar jangan terpapar paham radikalisme dan terorisme.
Ken bersama kawan kawan mantan yang tergabung di NII Crisis Center pun tak menyerah. Dengan segala keterbatasan, dirinya tetap bergerak semampunya dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan membuka laporan pengaduan masyarakat di hotline WA 0898-5151-228
“Kami berharap pemerintah melalui kementerian dan lembaga tidak menutup mata terhadap fakta yang terjadi tentang perekrutan radikalisme dan terorisme di kalangan remaja ini. Sebab mereka adalah calon penerus generasi dan harapan bangsa di masa depan,” tutup Ken. (*)
NII Crisis Center
Ken Setiawan
paham radikal
terorisme di Lampung
siswa SMP jadi teroris
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
