Kisah Guru Besar Universitas Jambi Terpapar NII, Ken Setiawan: Virus Bisa Menimpa Siapa Saja
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Mereka punya semangat belajar agama yang tinggi, tapi minim ilmu. Sehingga ketika berdebat akan kalah. Banyak yang saya tangani juga masih berstatus Mahasiswa S3, S2, seorang wakil rektor di kampus besar juga Terpapar NII, bahkan kalangan artis juga banyak yang tergabung di kelompok Hijrah NII,” jelas Ken Setiawan, Sabtu (31/5/2025).
Menurut Ken mereka haus dengan ilmu agama dan menghendaki perubahan yang baik. Apalagi disugesti dengan ayat ayat kitab suci yang akhirnya menjadi lebih menarik.
Calon anggota juga tak banyak yang berani membantahnya karena nanti bisa dituduh melawan hukum Tuhan.
Virus radikalis NII, kata dia, seperti covid yang bisa menimpa siapa saja, tidak pandang usia, pendidikan dan profesi.Ujar Ken.
Uniknya, orang yang sudah terpapar NII itu tidak mudah diketahui oleh lingkungan karena mereka membaur di masyarakat. Termasuk keluarga terdekat karena meraka tidak mengaku dan tidak mempunyai identitas NII.
“Jangankan aparat dan pemerintah, keluarga terdekat yang setiap hari bertemu saja banyak yang tidak tahu bila salah satu kerabatnya sudah menjadi anggota NII,” jelas Ken.
Saat ini kebanyakan mereka bergerak menggunakan cover kegiatan sosial kemanusian di Masyarakat. Seperti membuat yayasan sosial yang visi misinya menyalurkan bantuan sosial serta mengadakan pelatihan dan pengembangan potensi masyarakat dalam berbagai bidang.
“Mereka juga pernah membangun koperasi desa kota yang tersebar di seluruh Indonesia dan ormas masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang saat ini sudah terhenti karena pimpinan yayasan tersandung kasus pemalsuan dokuman dan penodaan agama,” ungkapya.
Untuk jaringan NII kalangan mahasiswa, mereka juga merekrut para guru melalui guru berdaya melalui online dan offline.
Bersama program guru berdaya, mereka menjanjikan para guru di Indonesia diajak dan didampingi untuk meningkatkan kualitas dirinya.
NII
gerakan terorisme
paham radikal guru besar Universitas Jambi
Ken Setiawan
Prof Hadiyanto
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
