Kasus Penganiayaan Murid SGM, Keluarga Tunggu Oknum Guru Minta Maaf
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Polisi masih menyelidiki laporan dugaan penganiayaan oleh oknum guru Sekolah Global Madani (SGM) terhadap siswa SMA sekolah tersebut.
Kasus ini ditangani oleh Unit Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandarlampung (baca: Dugaan Penganiayaan Siswa, Ketua Yayasan SGM: Guru Itu Dikenal Sangat Baik).
Kepala SMA SGM, Rofi Darojat, menyebutkan guru yang dilaporkan itu telah meminta maaf kepada siswa karena menyadari agak keras saat menegur.
"Kita sudah ketemu dengan keluarganya dengan maksud ingin mediasi. Saat itu, orang tuanya sedang di luar kota, jadi tantenya yang datang," katanya, Kamis (20/10/2022).
Menurut dia, saat itu mediasi sebenarnya ingin dilanjutkan pada keesokan harinya dengan orang tua siswa.
"Tetapi, kami malah mendapatkan informasi berbeda (laporan polisi). Padahal, mediasi belum selesai," bebernya.
Dari penuturan kedua orang tua, mereka tidak mengetahui soal laporan polisi tersebut. Mereka menyarankan pihak sekolah bertanya kepada tante korban.
"Jadi kami sudah janjian dengan orang tuanya akan bertemu dan insyaallah dalam waktu dekat," jelasnya.
Sementara itu, tante korban Yeni (24) mengaku kurang mengetahui soal mediasi.
"Posisi saya sekarang masih di Jakarta," sebutnya.
Global Madani
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
