Dana Desa Kerap Hilang Dicuri, Kades Kritik Kerja Polisi
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Rojulin, Kepala Desa (Kades) Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) meminta polisi serius menangani kasus pencurian dana desa (DD) yang menimpanya.
Sebab, hingga saat ini pencurian yang terjadi pada 7 Desember 2020 di parkiran BRI Sidomulyo itu belum juga ada titik terang.
Saat itu uang sebanyak Rp148 juta yang merupakan DD tahap II, yang juga diperuntukan untuk gaji perangkat desa, digondol kawanan maling.
"Waktu saya dimintai keterangan, katanya sudah dapat petunjuk awal. Tapi kok sampai sekarang nggak ada perkembangan. Katanya sudah kerjasama dengan Polres dan Polda," ungkap Rojulin, Jumat (8/1/2021).
Ia khawatir, jika dibiarkan aksi kawanan pencuri DD nantinya akan lebih berani. Bukan tidak mungkin kawanan pencuri atau perampok menyantroni kediaman kepala desa.
"Karena apa ya, perkembangan situasi pandemi ini banyak orang kehilangan pekerjaan," paparnya.
Selain kasus pencurian DD Banjarsuri, kejadian serupa pernah terjadi dalam kurun waktu berdekatan.
Misalnya, pencurian DD Pemanggilan, Natar, Lamsel pada 14 Desember 2020. Kala itu pencuri berhasil membawa kabur DD Rp215 juta dari mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 21 GIO milik kades Pemanggilan. Sang kades saat itu salat zuhur di Masjid Asy-Syifa Natar.
Kasus lain juga terjadi pada 28 Agustus 2020. Pencuri berhasil menggondol DD Rp50 juta yang berada di dalam kendaraan bendahara Desa Karangsari, Ketapang, Lamsel di halaman Masjid Agung, Kalianda. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
