Banjir Melanda Simpangpematang Akibatkan Jalan Putus dan Satu Sekolah Diliburkan
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Curah hujan yang sangat tinggi dalam satu malam membuat beberapa wilayah di Kabupaten Mesuji dilanda banjir. Di Desa Simpang Pematang dan Simpang Mesuji, Rabu (17/1/2024), jalan utama dua yang membelah dua desa tersebut sempat putus tidak bisa dilintasi kendaraan karena banjir hingga setengah meter. Akibatnya warga yang ingin melintas baik menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat terhambat.
Selain itu, banjir itu juga menggenangi satu sekolah yakni MTS Negeri Simpang Pematang hingga proses belajar mengajar diliburkan dan dua bangunan rumah kontrakan ambrol dihantam banjir tersebut.
Begitju juga beberapa rumah dan ruko yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) yang membelah dua desa itu juga tergenang hingga 50 cm. Dari pantauan Rilis.id di lapangang, banjir mulai naik dan air melintas melebihi badan jalan dengan sangat deras di wilayah MTS tersebut Pukul 04.00 WIB tadi pagi.
Sampai saat ini belum terlaporkan kerugian akibat banjir tersebut. Namun yang sudah pasti terlihat adalah bangunan rumah kontrakan yang tepat berada di dekat aliran sungai jebol. Separuh dari bangunan sudah roboh dan hanyut terbawa air.
Sedangkan satu fasitas sekolah yakni SD Negeri 8 Mesuji, yang juga berada dekat lokasi banjir lebih beruntung karena lokasi lebih tinggi dan ada tembok yang menghalangi air masuk ke lingkungan sekolah. Namun begitu aktivitas belajar mengajar sempat terganggu karena orang tua yang mengantar anak sekolah harus antre melintasi banjir yang menggenai badan jalan tersebut.
Pengakuan Suher (60), warga setempat, banjir di lokasi tersebut kerap terjadi. Apalagi jika curah hujan terjadi pada malam hari dengan jangka waktu yang lama.
"Seperti hari ini, tadi malam kan hujannya sangat deras dan lama, pasti banjir disini, cuma biasanya tidak sampai seperti ini," katanya di temui di lokasi banjir.
kemudian ia juga menjelaskan biasanya genangan air cepat surut tidak sampai dini hari. Tapi penyebab sampai banjir ini, kata dia lagi karena di aliran sungai dekat jembatan ada penghalang jembatan kecil yang ambles. Sehingga menghambat aliran air.
"Belum lagi dengan sampah di aliran sungai dan pendangkalannya membuat air terhambat dan cepat naik ke badan jalan. Namun yang paling penting, harusnya siring (drainase) di sepanjang depan MTS sampai SD 8 harus dibongkar, itu sumber masalahnya. Kalau tidak, hujan dikit saja pasti banjir ke jalan," terangnya.
Hal hampir senada disampaikan Ust. Fadli Husni dari MTS Negeri Simpang Pematang. Ia menyebutkan banjir kali terparah. Memang sebelumnya juga pernah terjadi, namun cepat surut.
banjir
sekolah libur
mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
