Smart Farming Jadi Solusi Petani Sejahtera di Desa Trimomukti Lampung Selatan
Fi fita
Lampung seoatan
Namun menurutnya kini dengan tersedianya listrik dari PLN, harganya naik menjadi Rp700 juta per hektare.
Pengalaman serupa datang dari Komang Andriani, petani perempuan tangguh yang sudah berkali-kali merasakan kesal akibat mesin alkon miliknya yang sering merepotkan.
“Dengan listrik, kami lebih hemat dan lebih tenang. Tinggal pencet, air langsung mengalir. Tidak seperti alkon yang sering merepotkan. Biaya operasional turun dari Rp5 juta menjadi Rp3 juta per musim. Selisihnya bisa buat beli obat hama dan pupuk ,” jelasnya.
Transformasi besar ini dimulai ketika PLN membangun infrastruktur kelistrikan masif di hamparan sawah tersebut.
PLN dengan cepat membangun empat unit gardu berkapasitas total 310 kVA, 60 tiang Jaringan Tegangan Menengah, 14 tiang Jaringan Tegangan Rendah.
Ditambah lagi PLN memberikan solusi energi bersih hybrid melalui SuperSun berkapasitas 900 VA dan 3.500 VA.
Aliran listrik kini stabil dan siap mendukung pertanian modern di ribuan hektare sawah tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Rizky Mochamad mengatakan dengan infrastruktur kelistrikan yang telah terbangun, kini petani tak lagi menunggu hujan, tak lagi khawatir kehabisan solar, dan tak lagi menghitung risiko kerusakan mesin.
Menurutnya, program Smart Farming telah menggeser cara lama menjadi sistem yang lebih efisien, modern, dan hemat.
"Keberadaan listrik tak hanya menghidupkan mesin pompa, tetapi juga membuka jalan bagi perubahan yang lebih besar. Apa yang dulu disebut lahan kurang produktif, kini menjadi aset yang bernilai tinggi," ujar Rizky.
Listrik
pt pln persero
pln uid lampu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
