Pertama di Sumatra, Perumahan Subsidi di Lampung Selatan Ini Ikuti Standar Bangunan Gedung Hijau dari Kementerian PU
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menurut Tassya, perumahan subsidi selama ini kerap mendapat stigma sebagai rumah seadanya. Karena itu, perusahaannya berkomitmen untuk mengubah persepsi tersebut dengan menghadirkan perumahan yang berkualitas.
“Selama ini kan rumah subsidi sering disebut seadanya atau asal jadi. Tapi kami ingin mengubah itu, makanya kami menghadirkan perumahan dengan kualitas bangunan yang lebih baik dengan konsep ramah lingkungan,” ujarnya.
Beberapa keunggulan Grand Alexandria antara lain penggunaan material ramah lingkungan, desain hemat energi, atap genteng berlapis cat mengilap (bukan atap seng), ketersediaan lubang biopori di setiap rumah, serta area ruang terbuka hijau (RTH) yang luas.
“Makanya kami menjadi satu-satunya di Sumatra yang pertama kali berani mengajukan penilaian Standar Bangunan Gedung Hijau,” tambah Tassya.
Meski memiliki standar tinggi, pengembang memastikan harga rumah tetap sesuai ketentuan perumahan subsidi dari pemerintah. PT Griya Fantasi Lampung rencananya akan membangun ratusan unit rumah subsidi tidak hanya di Sabah Balau, tetapi juga di kawasan lain seperti Banda Jaya, Negeri Sakti, dan daerah lainnya.
“Tujuannya jelas, sesuai arahan Presiden RI: menciptakan perumahan yang layak untuk masyarakat,” tutupnya.
Dengan pendekatan yang tepat, perumahan subsidi tidak hanya terjangkau, tetapi juga dapat memenuhi standar bangunan gedung hijau. (*)
perumahan subdisi
sabah balau
Perumahan Grand Alexandria
perumahan lampung
rumah subsidi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
