Harga Singkong Anjlok, Petani Lampung Saatnya Beralih ke Komoditas Tebu!
lampung@rilis.id
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Anjloknya harga singkong dan tingginya potongan membuat petani Lampung menjerit.
Karenanya, petani Lampung sudah saatnya beralih ke komoditas pangan lain. Salah satunya adalah tebu.
Ajakan itu disampaikan perwakilan Sugar Group Companies (SGC) Saeful Hidayat saat sosialisasi program kemitraan tebu di Balai Tiyuh Margodadi, Tumijajar, Tulangbawang Barat (Tubaba), Rabu (10/12/2025).
“Jangan ditunda-tunda lagi. Ayo segera daftar sekarang berapa pun luas tanahnya,” katanya.
Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah yang selalu hadir dalam sosialisasi kemitraan di wilayahnya, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Ini berarti Sugar Group memperhatikan kepentingan rakyat petani. Mau gak tanam tebu? Siap gak?. Harus mau dan harus siap ya,” kata Nadirsyah di hadapan petani.
Menurutnya, rakyat petani Tulangbawang sangat antusias menyambut kemitraan tebu yang ditawarkan SGC.
“Lihat saja sendiri, ruangan penuh terisi para petani yang sangat berharap ekonominya pulih. Di Tulangbawang Barat saja, sosialisasi ini merupakan titik yang ke-12,” katanya.
Warga Margodadi, Prasojo (48) pun mengajak kawan-kawannya, langsung mendaftar 5 hektare tanahnya. Ia berharap penghasilannya bisa meningkat.
Ia mengaku pernah menanam singkong. Karena hasilnya tidak menggembirakan, saat panen harga anjlok diduga karena adanya singkong impor, ia pun berjanji tidak akan menanam singkong.
Harga Singkong Anjlok
Petani Lampung
Komoditas Tebu!
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
