Tahun Ini, PUPR Targetkan Seluruh Jalan Lingkar Pulau Babar Tersambung
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pemerintah terus melakukan pemerataan pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan juga di daerah perbatasan, pulau-pulau terdepan dan terisolir.
Upaya tersebut merupakan implementasi nyata dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Presiden Joko Widodo ingin seluruh rakyat Indonesia, terutama yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan dan di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah dari hasil pembangunan.
Salah satunya adalah Pulau Babar yang berada di Provinsi Maluku. Pulau yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 12.194 jiwa memiliki akses Jalan Nasional yang dipelihara dan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon dari Tepa menuju Masbuar dan Letwurung. Akses jalan tersebut menghubungkan 20 desa pada pulau yang memiliki luas 1.595 kilometer persegi.
Kepala BPJN XVI Satrio Sugeng Prayitno mengatakan, jalan nasional di pulau ini terbangun semenjak 2016 dan sekarang kondisinya sebagian sudah di aspal.
"Ada yang sebagian kondisi lapen, sebagian jalan tanah segera dilakukan pengaspalan," jelasnya saat meninjau Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, beberapa waktu lalu.
Tahun ini, dilakukan pemeliharaan rutin jalan nasional sepanjang 33 kilometer, pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 97 meter dan rekonstruksi sepanjang 12 kilometer.
Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. Gunayasa Dianartha dengan anggaran Rp11,43 miliar.
"Untuk tahun anggaran 2018, ada pekerjaan tambahan akses jalan nasional Pulau Babar sepanjang 12 kilometer sehingga nantinya jalan lingkar Pulau Babar tersambung seluruhnya total menjadi 45 kilometer," tambah Satrio.
Pemeliharaan dan rekonstruksi tersebut merupakan lanjutan yang juga dilakukan pada 2017. Tahun tersebut, rekonstruksi jalan dilakukan sepanjang 5 kilometer, pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp24,90 miliar oleh kontraktor PT. Mina Fajar Abadi.
Ketersediaan infrastruktur jalan menjadi urat nadi perekonomian dan membuka ketersiolasian terlebih di pulau-pulau kecil yang menjadi beranda depan Indonesia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
