RAISA Plus di Demfarm Jejangkit, Kalimantan Selatan

Elvi R

Elvi R

Jakarta

13 Oktober 2019 15:21 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Program Kementerian Pertanian yang disebut SERASI adalah kependekan dari Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian lahan pertanian rawa. Kegiatan ini merupakan perpanjangan dari kegiatan Hari Pangan Sedunia yang dilaksanakan pada 2018 di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Sasaran program ini selain meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanaman padi, juga untuk pengembangan usaha (korporasi petani). Seperti ketahui Kementerian Pertanian saat ini sedang fokus menggarap ratusan ribu hektar lahan rawa yang tersebar di dua propinsi yaitu Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Garapan pada kegiatan SERASI ini masuk pada rencana jangka panjang program Kementerian Pertanian dengan luas pengembangannya adalah 500 ribu Hektar, yang menyebar di Provinsi Sumatera Selatan seluas 250 ribu ektar dan Provinsi Kalimantan Selatan seluas 250 ribu hektar

Di wilayah Kalimantan Selatan, program SERASI dilaksanakan di Kabupaten Tapin seluas 35 ribu hektar, Kabupaten Hulu Sungai seluas Utara 20 ribu hektar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan seluas 30 ribu hektar, Kabupaten Tanah Laut seluas 30 ribu hektar, Kabupaten Banjar seluas 35 ribu hektar, dan Kabupaten Barito Kuala seluas 100 ribu hektar. 

Pada berbagai kesempatan, Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry, mengatakan Badan Litbang Pertanian senantiasa terus berupaya mewujudkan swasembada pangan di Indonesia dan meningkatan kesejahteraan petani melalui dukungan teknologi, termasuk teknologi untuk program SERASI.

"Ini sesuai dengan program Badan Litbang untuk percepatan hilirisasi teknologi-teknologi Litbang agar berdampak langsung untuk bisa menyukseskan program Kementerian Pertanian. Badan Litbang pun kembangkan Demfarm Jejangkit sebagai percontohan teknologi litbang untuk SERASI," ungkapnya baru-baru ini.

Penjelasan Ir. Hendri Sosiawan, CESA, selaku penanggung jawab tekhnis lapang demfarm cukup memberikan gambaran kontribusi demfarm sebagai show window teknologi. Dijelaskan bahwa demfarm SERASI yang dilakukan di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, menyediakan semua teknologi teknologi ungggulan Badan Litbang untuk pengelolaan lahan rawa untuk usaha pertanian produktif dan menguntungkan.

"Ini memamg cukup beralasan dimana tanpa penerapan teknologi, produktivitas yang dihasilkan tidak maksimal dan daya saing juga lemah," ujar Hendri.

Salahsatu paket teknologi yang ditunjukan di Demfarm Jejangkit adalah teknologi budidaya padi “RAISA” yang dintegrasikan dengan budidaya ikan. Implementasi strategi ntegrasi komoditas dan teknologi unggulannya tidak dipungkiri akan mampu mendongkrak pendapatan petani sekaligus menunjang diversifikasi pangan melalui optimasi lahan rawa. Mengomentari integrasi ini, Dr. Husnain selaku Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan memandang bahwa fenomena overfishing akibat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mengakibatkan semakin sulitnya ikan air laut didapatkan, sehingga disisi lain perlu peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai subtitusi ikan laut.

"Salah satunya melalui pemanfaatan rawa untuk budidaya ikan," katanya.

RAISA plus yaitu plus budidaya ikan, merupakan paket teknologi yang dicontohkan Badan Litbang di Demfarm Jejangkit.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya