Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Lampung Turun Drastis, Ini Komoditas Paling Terdampak
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2023 mencapai US$410,32 juta.
Nilai ekspor itu mengalami penurunan sebesar US$18,59 juta (4,33 persen) dibandingkan Juli 2023 yang mencapai US$428,91juta.
Kepala BPS Lampung, Atas Parlindungan Lubis menjelaskan, ada 10 golongan barang utama ekspor Lampung pada Agustus 2023.
Penurunan ekspor terjadi pada lima golongan barang yaitu minyak hewan/nabati turun 19,86 persen; bahan bakar mineral turun 7,26 persen; olahan sayuran buah turun 1,14 persen.
Kemudian hasil penggilingan turun 30,41 persen; serta ikan, krustasea dan moluska turun 1,76 persen.
“Sedangkan golongan barang yang mengalami peningkatan adalah kopi, teh dan rempah-rempah 21,20 persen; ampas dan sisa industri 34,78 persen; gula dan kembang gula 43,09 persen; pulp dari kayu 10,63 persen serta kayu, barang dari kayu 159,32 persen,” jelas Atas Parlindungan melalui live Youtube BPS Provinsi Lampung, Senin (2/10/2023).
Sementara untuk negara utama tujuan ekspor Lampung pada Agustus yaitu India, Pakistan, Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Thailand, Korea Selatan, Italia, dan malaysia.
Atas Parlindungan menjelaskan, dalam sebulan terakhir terjadi penurunan pada sektor pertambangan sebesar 7,26 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 7,60 persen. Sedangkan sektor pertanian naik sebesar 22,78 persen.
Sementara untuk nilai impor Lampung pada Agustus 2023 mencapai US$95,42 juta. Juga mengalami penurunan sebesar US$226,53 juta (70,36 persen) dibanding Juli 2023 yang tercatat US$321,95 juta.
Menurut Atas, dari sepuluh golongan barang impor utama satu golongan barang yang mengalami penurunan, yaitu berbagai produk kimia turun 27,76 persen.
ekspor Lampung
impor Lampung
Badan Pusat Statistik
Atas Parlindungan Lubis
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
