Limbah Pertanian Hasilkan Pupuk Organik Cair

Elvi R

Elvi R

Pati

11 Juli 2018 11:05 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

Pertanian organik menurut Dedi memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat menghasilkan produk dengan nilai jual dan produktivitas yang lebih tinggi dibanding dengan pertanian konvensional. 

Pupuk organik cair yang beredar di pasaran saat ini, umumnya hanya mengandung unsur makro, sehingga kurang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk cair yang baik tidak saja mengandung unsur hara makro tetapi juga unsur mikro. Sri Wahyuni dkk mencoba menjawab hal tersebut dengan memformulasi pupuk cair yang lebih baik.

Pupuk organik cair yang diformulasi Yuni dkk berbahan dasar abu sekam, sludge biogas, urin sapi, dan air. Pupuk ini memanfaatkan limbah pertanian, yang secara langsung mengurangi pencemaran, selain itu pupuk yang diformulasi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. 

“Bahan yang digunakan lebih murah dan lebih lengkap kandungan haranya dibandingkan dengan pupuk cair yang ada di pasaran,” jelas Yuni. Pupuk organik cair buatan Yuni  mengandung unsur N, P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, Fe. 

Cara penggunaan pupuk inipun sangat sederhana. Dapat dengan cara disemprotkan pada bagian permukaan tanaman (daun dan batang). Pupuk dapat diberikan pada tanaman padi, palawija, sayuran, dan tanaman lainnya.

Permintaan produk pupuk organik yang semakin tinggi mengharuskan melakukan regulasi guna mengontrol kualitas produk pupuk tersebut melalui Permentan No. 70 Tahun 2011 tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya