Limbah Pertanian Hasilkan Pupuk Organik Cair
Elvi R
Pati
RILISID, Pati — Petani pada umumnya memilih pupuk kimia karena dapat memberikan nutrisi lebih banyak dan respon yang lebih cepat terhadap tanaman, tanpa mempertimbangkan dampaknya. Permintaan pupuk kimia yang tinggi bukan saja menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan, namun memicu harga pupuk kimia semakin tinggi, bahkan keberadaan kadang sulit dijumpai.
Saat ini kesadaran masyarakat tentang penggunaan pupuk organik semakin tinggi, hal tersebut dipicu oleh kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Pembuatan pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatkan limbah-limbah pertanian. Bahan-bahan tersebut ternyata bisa menghasilkan pupuk cair dengan unsur hara makro dan mikro yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
Tren kebutuhan pupuk organik alami dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal tersebut sebagai akibat semakin mahal dan langkanya pupuk anorganik di pasaran. Selain itu meningkatnya permintaan produk organik seiring dengan upaya mengurangi atau menghindari penggunaan pupuk kimia yang ditengarai berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.
Peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Sri Wahyuni, mencoba melakukan terobosan dengan menghasilkan pupuk organik cair yang lebih unggul.
“Produk ini sangat baik untuk pertumbuhan tanaman sayuran maupun padi sehingga dapat meningkatkan hasil,” kata Yuni.
Perbedaan mendasar dari pupuk ini terletak pada bahan yang digunakan, yakni limbah-limbah pertanian. Kehadiran produk ini mempunyai fungsi ganda yaitu mengurangi cemaran akibat limbah pertanian dan sebagai nutrisi yang baik bagi tanaman.
Pupuk yang diformula Sri Wahyuni telah dipatenkan, dengan sertifikat paten nomor IDP000049678B. Untuk memproduksi pupuk ini secara masal, Yuni berharap ada mitra yang berminat melisensi produk ini.
Produk Yuni dipamerkan pada kegiatan “Aksi Peduli Lingkungan” yang digelar Balai Penelitian Lingkungan, Pati (2/7/2018). Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, pada kesempatan tersebut mengungkapkan di sekeliling kita banyak bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan (untuk pembuatan pupuk organik) dan menjadikan bahan tersebut bernilai ekonomi.
Terkait dengan Aksi Peduli Lingkungan, pada kesempatan yang sama Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi, M. Agr. menyampaikan, pemanfaatan pupuk organik, termasuk pupuk cair organik merupakan salah satu bagian dari pertanian organik sekaligus bagian dari pertanian ramah lingkungan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
