UIN Raden Intan Lampung Gelar Workshop Persiapan Program Fulbright Master’s Degree
Fi fita
Bandar Lampung
“Ini adalah program prestisius. Saya sangat berharap mahasiswa kita bisa mengikuti jejaknya,” lanjut Bambang.
Ia juga berbagi kisah pribadi saat dulu bermimpi melanjutkan S2 ke Amerika, namun akhirnya belajar di Australia.
Dari pengalaman itu, ia mengajak mahasiswa untuk menanamkan mimpi, menyiapkan kemampuan bahasa Inggris, dan keberanian untuk bersaing di tingkat global.
“Dengan belajar di luar negeri, kalian akan bertemu orang, budaya, dan sistem pendidikan berbeda. Itu bisa menjadi culture baru yang dibawa pulang dan diinternalisasikan di kampus,” ucapnya.
Menurutnya, lulusan dengan pengalaman internasional akan menjadi human resources yang kuat dalam mendukung internasionalisasi kampus.
Ia berharap lulusan ke depan tidak hanya berasal dari Australia atau Inggris, tetapi juga dari berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat.
“Pasang niat, bangun mimpi, usaha, dan doa. Semoga di antara kalian ada yang lolos program Fulbright ini,” pesannya kepada peserta workshop.
Dalam sesi workshop, narasumber pertama, Miftahul Mardiyah dari AMINEF, memaparkan informasi detail tentang beasiswa Fulbright Master’s Degree.
Narasumber lainnya, yaitu penerima Fulbright diantaranya Lolita Rachmadian, Rio Trimono, dan Tri Indah Oktavianti, berbagi pengalaman dan tips sukses mengikuti program tersebut.
Para peserta mendapatkan materi seputar Fulbright Master’s Degree, termasuk cara menulis writing sample, menentukan dream campus, menulis study objective, dan menyusun personal statement.
Uin ril. Universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
