Siswa Lampung Lolos SNBP 2026 Meningkat, Disdikbud Ungkap 10 SMA Terbanyak Diterima
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Jumlah siswa asal Lampung yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencapai kisaran 23 hingga 29 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico, mengatakan peningkatan tersebut menjadi sinyal positif kualitas pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, hasil SNBP kita tahun ini meningkat sekitar 23 sampai 29 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya, Kamis (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 jumlah siswa yang lolos SNBP di sejumlah kampus utama seperti Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lampung, dan Politeknik Negeri Lampung tercatat sebanyak 2.599 orang.
Sementara pada 2026 meningkat menjadi 3.388 siswa, atau bertambah 789 orang.
Menurut Thomas, capaian ini tidak lepas dari strategi sekolah dalam melakukan pendampingan kepada siswa, terutama dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi secara tepat sesuai kompetensi.
Ia menekankan, banyak siswa gagal dalam SNBP bukan semata karena nilai rendah, tetapi karena salah menentukan pilihan jurusan dan kampus.
“Intinya harus pintar memilih. Banyak yang tidak lolos itu karena ekspektasinya terlalu tinggi, tidak sesuai dengan kompetensi. Jadi pemilihan jurusan harus betul-betul sesuai nilai rapor dan kemampuan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Disdikbud Lampung juga merilis daftar 10 SMA dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos SNBP Unila, Polinela, Itera dan UIN di Provinsi Lampung.
Urutan pertama ditempati SMA Negeri 14 Bandar Lampung dengan 230 siswa lolos. Disusul SMA Perintis 2 sebanyak 228 siswa, SMA Negeri 3 Bandar Lampung sebanyak 195 siswa, dan SMA Negeri 1 Tegineneng sebanyak 182 siswa.
Snbp
siswa lulus snbp 2026
Disdikbud Lampung
pengumuman snbp
unila
itera
uin
polinela
Poltekes
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
